Kiprah Perempuan Luar Biasa dari Kampung Semangit

0
75
Pakan toman, selain mengandalkan hasil ikan tangkapan di alam, warga Semangit juga membudidayakan ikan toman dengan pakan ikan-ikan berukuran kecil. Foto: Andi Fachrizal/Mongabay Indonesia

Semangit, swaraperiau.com – Terik matahari menyengat tubuh ketika Lisawati bergumul dengan kesehariannya di Kampung Semangit, Jumat (27/10/2017). Tungku pembakaran sudah menyala. Dua panci berukuran besar, bersandar tepat di punggung api. Keduanya berisi bahan olahan ikan yang akan “disulap” menjadi kerupuk.

Ibu dua anak ini tangkas memainkan berbagai peran dalam proses pengolah ikan. Tangannya cekatan membolak-balik kayu bakar agar tungku tetap menyala. “Ya, beginilah kami di kampung. Kami butuh empat hari untuk menghasilkan kerupuk ikan siap jual,” katanya.

Untuk jenis ikan campur, harga kerupuk kering dijual Rp30 ribu per kilogram. Namun, di mata perempuan 34 tahun itu, kerupuk ikan terbaik bersumber dari bahan baku ikan gabus. Harganya bisa mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Jauh sebelum sampai tahap perebusan, sejumlah langkah harus ditempuh. Ketersediaan ikan adalah sarat mutlak, selain sagu, garam, dan bumbu penyedap rasa. “Inilah yang saya kerjakan selama 11 tahun terakhir. Sebenarnya, mayoritas ibu-ibu di kampung ini juga melakukan hal yang sama setiap hari di rumah masing-masing,” kata Lisawati kepada sejumlah jurnalis di Semangit, Jumat (27/10/2017).

Perjalanan jurnalis ke kampung kecil di bantaran Sungai Leboyan ini difasilitasi oleh Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia melalui Konsorsium Dian Tama. Secara administratif, Semangit masuk dalam wilayah Dusun Batu Rawan, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Kampung ini dikenal lantaran kekayaan sumber daya alamnya. Hal itu terlihat dari perilaku lebah jenis Apis dorsata yang tetap setia memproduksi madu di tikung-tikung milik petani setempat. Selain itu, potensi ikannya juga melimpah. Ada toman, biawan, dan berbagai jenis lainnya. (Andi Fachrizal)

untuk berita selengkapnya bisa dibaca di sini https://www.mongabay.co.id/2017/11/06/kiprah-perempuan-luar-biasa-dari-kampung-semangit/

LEAVE A REPLY