Ekowisata, Ekonomi Alternatif Bagi Masyarakat Meliau

0
198
Perkampungan Melembah Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Fathul Birri

Meliau, swaraperiau.com – Ekowisata adalah sebuah konsep wisata berbasis kekayaan keanekaragaman hayati sebagai atraksi. Pengembangan destinasi ekowisata menjadi salah satu solusi yang tepat agar hutan menjadi kawasan ramah terhadap masyarakat yang cendrung begitu besar ketergantungannya terhadap alam. Selain itu, juga sebagai sumber ekonomi alternatif yang dapat membantu masyarakat dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini masyarakat di Dusun Meliau, Desa Melembah adalah salah satunya, Rabu (27/9).

Eduardus Ratungan (42) pegiat wisata asal kecamatan Embaloh Hulu, mengatakan bahwa banyak potensi yang terdapat di Meliau. Selain punya Rumah Betang (Rumah Panjang), terdapat beragam tanaman angrek alam, pengamatan satwa liar termasuk Orangutan, spot memancing, dan pengamatan ikan endemik nan eksotis juga dimilikinya. “Kehidupan masyarakat Dayak Nelayan, serta seni budaya Dayak Iban, menjadikan pola wisata ini tidak hanya unik dan menarik, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi serta dapat memperlama waktu tinggal kunjungan wisatawan,” Lanjut pria yang akrab di panggil Edu dan kini menjabat sebagai Direktur Komunitas Pariwisata Kapuas Hulu (Kompakh).

Potensi sumber ekonomi lain bagi masyarakat Meliau adalah kerajinan tangan. Menganyam rotan telah menjadi keterampilan para wanita Iban sejak dahulu. Perempuan yang sangat ahli menganyam dapat dikenali dengan adanya tanda berupa tato di tangan sebagai simbolik keahlian dalam bidang anyam-menganyam.

Lokasi Dusun Meliau yang berada dalam Sub DAS Labian-Leboyan. Selain mengandalkan aliran sungai sebagai jalur transportasi dan penunjang perekonomian, terdapat juga danau-danau. Danau-danau ini merupakan habitat asli dari ratusan spesies ikan air tawar baik yang endemik maupun ikan bernilai ekonomi tinggi dengan ragam satwa liar seperti mamalia, burung, dan reptil.

Beranjak dari itu semua, Konsorsium Dian Tama, selaku pelaksana proyek Kemakmuran Hijau, dengan didukungan dana dari Millenium Challenge Account – Indonesia (MCA – Indonesia), saat ini sedang melaksanakan program pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata sebagai alternatif pengasilan dan pemanfaaat jasa lingkungan yang berkelanjutan di Desa dampingan, yang salah satunya adalah Dusun Meliau.

Aris Arianto (41) selaku Panitia Lelang proyek pembangunan di Kapuas Hulu, Konsorsium Dian Tama, mengatakan bahwa ada tiga destinasi ekowisata yang menjadi fokus dalam kegiatan Konsorsium Dian Tama, yakni Dusun Batu Rawan, Dusun Meliau dan Dusun Sungai Pelaik. “Ketiga destinasi tersebut akan mendapat fasilitas berupa beberapa bangunan, seperti rumah singgah, galeri, pusat informasi, dan jalur trekking, dimana nilai total pembangunan senilai RP. 880.000.000,” tambah Aris saat menjelaskan mengenai fasilitas dasar ekowisata yang akan dibangun di tiga lokasi destinasi ekowisata tersebut.

Tujuan utama proyek kemakmuran hijau adalah pengentasan kemiskinan melalui ekonomi rendah karbon, yang diimplementasikan dalam beberapa proyek seperti penyediaan energi baru dan terbarukan, pembangunan fasilitas dasar, memperbaiki bentang lahan, dan meningkatkan produktivitas. “Tujuan dari pembangunan fasilitas dasar ekowisata ini diantaranya adalah meningkatkan perekonomian desa dan menjaga kelestarian ekosistem melalui pengembangan program-program ekowisata, juga mendorong pengelolaan kegiatan ekonomi produktif melalui pengelolaan layanan ekowisata,” demikian Aris menjelaskan. [Ignatius Noreng]

LEAVE A REPLY