“Pembangunan PLTS Terpusat” Energi Terbarukan yang Ramah Emisi

0
184
Salah satu bentuk pemanfaatan solar cell untuk kebutuhan penerangan Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Ignatius Noreng

Pontianak, swaraperiau.com – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat berdaya 10 kWp adalah salah satu implementasi dari program kerja yang dikembangkan oleh Yayasan Dian Tama melalui Proyek Kemakmuran Hijau, Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat, MCA-Indonesia. “Tujuan dari Pembangunan PLTS ini dilakukan untuk menyediakan energi terbarukan ramah emisi, yang akan digunakan untuk pengolahan ikan dan pengurangan kadar air madu hutan, “ ujar Thomas Irawan Sihombing selaku Proyek Manager Konsorsium Dian Tama, Sabtu (26/8).

Lanjut Irawan, yang menjadi poin utama dalam pembangunan PLTS terpusat terutama ditujukan untuk mengembangkan usaha produktif komunitas. Kemudian poin selanjutnya adalah fasilitas PLTS sepenuhnya akan dikuasai dan dikontrol oleh komunitas  dan berhubungan erat dengan pengelolaan SDA yang arif berbasis komunitas dan yang terakhir adalah hasilnya.

Pembangunan PLTS tidak hanya sekedar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan harus didukung oleh bentuk kelembagaan dan tata kelola yang baik. Proses pelibatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan adalah poin utamanya. “Pembangunan PLTS rumah produksi dan fasiltas ekowisata dari sejak awal sudah melibatkan komunitas dalam perencanaan. Tidak hanya itu, dalam pekerjaan-pekerjaan fisik pembangunan dan pengawasan kualitasnya serta pengoperasian dan perawatannya juga akan melibatkan masyarakat,” tambah Irawan yang juga merupakan bagian dari TIM panitia lelang proyek pembangunan PLTS terpusat.

Pembangunan PLTS Terpusat berdaya 10 kWp ini ada 5 unit, masing-masing tersebar di lima lokasi yang berbeda, yaitu:

  1. APDS (Asosiasi Periau Danau Sentarum), Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu;
  2. APMB (Asosiasi Periau Muara Belitung), Desa Sekulat Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu;
  3. APNL (Asosiasi Periau Nanga Lauk), Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu;
  4. APMP (Asosiasi Periau Mitra Penepian), Desa Penepian Raya Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu;
  5. APBS (Asosiasi Petikung Bunut Singkar), Desa Bunut Hulu Kecamatan Bunut Hilir Kabupaten Kapuas Hulu – Propinsi Kalimantan Barat.

Ruang Lingkup pekerjaan yang akan dilakukan oleh penyedia jasa pengadaan PLTS Terpusat yaitu dimulai dari penyediaan material sampai di lokasi, dan melaksanakan konstruksi sampai dengan PLTS Terpusat dapat beroperasi dengan baik. Selain itu, penyedia juga bertanggungjawab atas pemeliharaan unit yang telah dibangun selama 6 bulan terhitung setelah penyerahan pekerjaan dari penyedia barang kepada pengguna anggaran.

Terkait waktu pengerjaan projek, Irawan mengatakan bahwa pembangunan PLTS terpusat, maupun proyek pembangunan infrastruktur rumah produksi, dan fasiltas ekowisata, diharapkan akan dapat dimulai pada bulan September dan selesai pada bulan Desember 2017.[Ben]

LEAVE A REPLY