Konsorsium Dian Tama Bentuk Panitia Lelang untuk 3 Proyek Pembangunan di Kapuas Hulu

0
345
Peserta rapat mengikuti rapat pembentukan TIM Panitia Lelang. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama

Pontianak, swaraperiau.com – Sejak dilakukannya pengumuman lelang yang dimulai pada tanggal 7 Agustus 2017 melalui situs website swaraperiau.com dan diikuti dengan pengumuman melalui koran Pontianak Post pada tanggal 9 Agustus 2017 lalu, serta penerimaan pendaftaran yang dilakukan sampai dengan tanggal 12 Agustus 2017, di tanggal yang sama yakni pada hari sabtu, 12 agustus 2017, Konsorsium Dian Tama yang dalam hal ini Yayasan Dian Tama sebagai leader, adakan rapat pembentukan TIM Panitia Lelang pengadaan barang / Jasa untuk proyek pembangunan PLTS Terpusat 10 kWh, Infrastruktur Rumah Produksi, dan pembangunan Fasilitas Ekowisata.

Rapat yang berlangsung sejak pukul 13:00 sampai dengan 15:00 WIB ini, dilaksanakan di Kantor Yayasan Dian Tama, Jl. AR Saleh Gg Cakra No 12 –Pontianak yang dihadiri sedikitnya oleh 10 peserta, yaitu Thomas Irawan Sihombing, Aris Arianto, Valentinus Heri, Raimundus, Edward, Nurul, Ahmad Sofyan, Supia Kusmina, Irene Deasy dan Herculana Ersinta.

Thomas Irawan Sihombing, selaku Proyek Manager Konsorsium Dian Tama pada Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia, mengatakan bahwa kegiatan lelang adalah proses pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang nilainya  lebih dari Rp 200 juta. Panitia lelang dibentuk untuk mengawal kegiatan lelang, dimulai dari pengumuman lelang, penerimaan pendaftaran, penjelasan lelang kepada calon peserta lelang, penerimaan penawaran dari peserta, pembukaan amplop penawaran peserta di depan seluruh peserta lelang, verifikasi data di dalam penawaran, sampai memutuskan pemenang lelang dalam rapat panitia lelang. “Pembentukan panitia lelang Ini penting dilakukan, yakni untuk menjamin dipenuhinya prinsip pengadaan yang efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil dan akuntabel. Dengan demikian, harapannya proses akan menghasilkan jasa dan barang yang berkualitas seperti yang diharapkan,” tegas Irawan.

Lanjut Irawan, dari hasil rapat yang dilakukan ada empat tim yang terbentuk. Setiap tim terdiri dari tujuh staf proyek dari berbagai latar belakang yang mewakili posisi dalam proyek, lembaga anggota konsorsium, keterlibatan dengan komunitas penerima manfaat dan perimbangan gender.[Ben]

LEAVE A REPLY