Madu Hutan Kapuas Hulu: Minuman Multi Manfaat

0
231
Salah satu pohon lalau yang telah disarangi lebah madu hutan. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Irwan Kurniawan

Putussibau, swaraperiau.com – Madu hutan merupakan satu diantara sekian banyak varian jenis madu yang diproduksi oleh Lebah. Disebut madu hutan karena dihasilkan oleh Lebah hutan jenis Apis Dorsata yang hidup liar di alam, yang pemanenan nya dilakukan langsung dari alam oleh periau (petani madu tradisional). Madu hutan merupakan madu alami yang tidak mendapat pengaruh kimia, baik berupa pestisida, pupuk maupun polusi udara.

Madu hutan aman dikonsumsi oleh semua kalangan usia karena mengandung multivitamin yang bisa membantu untuk memelihara kesehatan tubuh, dan juga untuk membantu proses perawatan berbagai gangguan kesehatan. Karenanya, madu hutan menjadi salah satu produk unggulan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya masyarakat Periau (Petani Madu Tradisional) di sekitaran danau sentarum, DAS Labian-Leboyan, dan DAS Kapuas.

Sebagai produk unggulan masyarakat, Madu hutan Kapuas hulu aman dikonsumsi sebagai suplemen karena mengandung multi mineral didalamnya. Selain itu, Kandungan aktif yang ada di dalam madu hutan dapat mengobati luka yang dialami oleh manusia dan mencegah dari timbulnya infeksi.

“Manfaat madu hutan sangat bagus dan aman untuk dikonsumsi karena berkhasiat sebagai suplemen makanan, di dalam madu terdapat kandungan multi mineral, multi vitamin yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan, dan terapi yang paling mendasar untuk beberapa jenis macam penyakit”, demikian jelas Thomas Irawan Sihombing, selaku Project Manager Konsorsium Dian Tama, pada proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia, saat Tim Konsorsium Dian Tama melakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama komunitas sasaran untuk membangun rumah produksi madu hutan di Semangit, Kamis (9/2).

Lanjut Irawan, madu hutan dihasilkan dari lebah liar yang mendapatkan makanan alami yang berasal dari alam, dan menghasilkan madu asli yang memiliki banyak manfaat. Madu yang dihasilkan oleh lebah liar ini mengandung karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, enzim dan mineral.

“Kalau ada luka bakar atau lecet, boleh dioles dengan madu, luka itu bakal cepat pulih bahkan tidak berbekas,” ucap Raimundus, Field Manager Site II Proyek Kemakmuran Hijau MCA – Indonesia Konsorsium Dian Tama, membagi pengalamanya dalam memanfaatkan madu hutan sebagai obat.

Madu merupakan salah satu bahan alami yang dihasilkan dari lebah dan bunga. Madu yang dihasilkan dari lebah hutan dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Sudah sejak lama madu disebut sebagai obat untuk segala macam penyakit. Madu hutan mendapatkan makanan dari bahan alam, bukan dari makanan yang sudah disediakan oleh manusia. Sekarang ini banyak orang yang membudidayakan lebah, dengan menyediakan makanan yang diperlukan oleh lebah madu dan dapat menghasilkan madu, namun kualitas dan kuantitasnya berbeda dengan madu hutan asli.

Madu tidak boleh terkontaminasi oleh unsur luar, juga tidak boleh ada unsur hilang. Madu terbaik adalah sama persis dengan madu yang masih berada di dalam sarang. Terdapat kandungan air sekitar 20-25 % didalam madu yang dapat memicu terjadinya fermentasi dari glukosa menjadi alkohol. Untuk itu diperlukan proses dehuminisasi atau pengurangan kadar air hingga dibawah 21 %. Proses dehumnisasi memerlukan peralatan teknologi yang digerakan dengan sumber energi tenaga listrik. (Noreng)

LEAVE A REPLY