Bersama Warga Lakukan Pemetaan Kawasan Rawan Karhutla

0
258
Masyarakat Bunut membuat sketsa wilayah yang rawan karhutla. Doc: Tim KM Konsorsium Dian Tama/Fathul Birri

Bunut Hilir, swaraperiau.com – Bunut Hilir merupakan lokasi kedua yang dikunjungi setelah Nanga Lauk pada pelatihan pemetaan dan assessment yang dilakuka  Konsorsium Dian Tama yang didukung oleh MCA-Indonesia, Selasa 21 Februari 2017, yang dilaksanakan di rumah adat Bunut.

Dalam Assessment yang dilakukan, fasilitator mencoba menggali apa yang diketahui oleh masyarakat tentang potensi kawasan rawan kebakaran yang berada di lokasi kerja petikung Asosiasi Periua Bunut Singkar (APBS).

Aswandi ketua petikung Nanga Tuan mengatakan bahwa, wilayah kerja APBS  yang rawan potensi kebakarannya adalah di  Danau Pekayu, Selungkap, Seragi, Selompang dan Entambon. “Untuk Danau Bekayu pernah terjadi  kebakaran”, kata Aswandi.

Setalah tim Assessment mengetahui wilayah potensi kebakaran yang disampaikan oleh warga. Maka tim Wahana Tampa Awak (WTA) menuju lokasi yang rawan kebakaran bersama warga untuk mengambil gambar dan melakukan pemetaan menggunakan drone. (Fathul Birri)

LEAVE A REPLY