Assessment untuk Mengetahui Potensi Karhutla

0
257
Tim Assessment Konsorsium Dian Tama melakukan pertemuan dengan Masyarakat Nanga Lauk. Doc: Konsorsium Dian Tama.

Nanga lauk, swaraperiau.com – Assessment di Desa Nanga Lauk terkait potensi kebakaran hutan menjadi salah satu fokus dalam penjagaan hutan di wilayah tikung  periau Nanga Lauk, Minggu (19/2).

Indara Wijaya dalam hal ini selaku tim Assessment yang memandu kegiatan mencari tahu apa saja yang menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan dan potensi kebakaran hutan di Desa Nanga Lauk.
“Dari beberapa informasi awal yang kami dapat, kebaran hutan di Desa Nanga Lauk terjadi pada tahun 1995 yang lalu,” kata Indra.

Hamdi selaku Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa  (LPHD)  mengatakan, penyebab kebaran adalah kelalain dan lokasinya di sekitar danau Kematian, luas lahan yang terbakar 20 hektar. selain itu dampaknya adalah lebah tidak ada datang selama 2 tahun. “Dari peristiwa itu  kami selaku warga meningkatkan kehati-hatian  dalam menjaga hutan, selain itu kami juga membetuk Tim Pengendali Api (TPA). Sehingga sampai sekarang tidak ada lagi kebakaran hutan di Desa Nanga Lauk,” tambah Hamdi.

Dengan tidak terjadinya kebakaran, bukan berarti masyarakat desa Nanga Lauk tenang-tenang saja. Potensi kebakaran penyebabnya bukan hanya kelalaian saja. Keadaan alam juga bisa menjadi penyebab kebaran hutan.
Ketika terjadi kebaran, masyarakat bingung mau mengadu kemana. Oleh sebab itu dari beberapa rangkaian ini tim Konsursium Diantama yang didukung oleh MCA-Indonesia akan membentuk protokol komunikasi yang nantinya diharapkan masyarakat mampu mencegah atau pun menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerahnya.  Selain dari pada itu pula komunikasi masyarakat dan pemerintah daerah  dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dan pemerintah daerah dapat berkolaborasi dalam menangani karhutlah.  (Fathul Birri)

LEAVE A REPLY