Tim SGA MCA-Indonesia Adakan Pertemuan Dengan Grantee W2 di Kapuas Hulu

0
196
Pertemuan Tim SGA MCA-Indonesia dengan Grantee W2. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Theodorus Libertus

Putussibau, swaraperiau.com – Bertempat di Kantor Konsorsium AOI Putussibau, Tim SGA MCA-Indonesia mengadakan pertemuan dengan Grantee W2. Agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup beberapa hal, diantaranya, terkait kegiatan utama konsorsium dalam Green Prosperity Project, permasalahan mendasar yang menjadi hambatan pelaksanaan proyek dalam rentang waktu 14 bulan sisa masa proyek, kualitas pengorganisasian berkenaan dengan keterlibatan perempuan (SGIP), program yang dikerjakan konsorsium berkenaan dengan keterlibatan perempuan dan kaum rentan (SGIP) terhadap pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat dan tantangan atau kendala di lapangan berkenaan dengan pengorganisasian perempuan (SGIP), serta solusi konsorsium dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi selama ini di lapangan, Rabu (9/11).

Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam ini dihadiri oleh sedikitnya 23 orang, terdiri dari perwakilan 6 konsorsium yakni Konsorsium Dian Tama, AOI, Gemawan, JMM, Kujau Kalbar dan Konsorsium ROM Kalbar. Selanjutnya turut hadir juga Konsultan MCA-Indonesia, Perwakilan MCA-Indonesia dan perwakilan MBO.

Diakhir sesi, terdapat beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian tiap-tiap konsorsium, poin penting tersebut diantaranya: 1). Penyusunan Business Plan yang jelas berkenaan dengan program ekonomi berbasis masyarakat, supaya tidak ada mata rantai yang terputus dari petani/masyarakat penerima manfaat hingga ke tingkat pembeli atau jaringan pasar (konsumen). 2). Pastikan dan usahakan tidak terjadi perubahan nilai/anggaran pada kontrak, karena perubahan tersebut (addendum) mengakibatkan penundaan pelaksanaan program di lapangan. Dan jika terjadi perubahan, gunakan saja anggaran sebelum perubahan/anggaran lama sesuai kontrak awal. 3). Untuk semua tim proyek jangan khawatir terhadap perubahan eskalasi politik, dalam hal ini pergantian kepala Negara Amerika Serikat, tidak akan berpengaruh banyak terhadap kelanjutan pendanaan proyek. 3). Untuk dana talangan untuk Disbursement kedua akan dirilis akhir bulan November 2016. Untuk masing-masing konsorsium diminta segera menyelesaikan laporan dan membuat procurement plan. Berkenaan dengan pembangunan rumah produksi, silahkan berkonsultasi atau asistensi dengan GPM. Untuk pembangunan rumah produksi bisa meminta konsultasi dan asistensi dari GPM. Terakhir, upayakan Keterlibatan konsultan dalam proyek lebih intens lagi. (Ben)

LEAVE A REPLY