Tim Proyek Konsorsium Dian Tama Mendampingi Konsultan Lakukan Studi Kelayakan Energi Terbarukan Di Lima Sub Sentra

0
146
Tim Melakukan Studi Kelayakan Energi Terbarukan di Lima Sub Sentra, Kab. Kapuas Hulu Doc: Tim Konsorsium Dian Tama

Kapuas Hulu, swaraperiau.com – Penyusunan studi kelayakan (feasibility Study) pembangunan instalasi pemanfaatan energi terbarukan merupakan kegiatan perencanaan yang dilakukan untuk dapat menilai kelayakan suatu pembangunan instalasi pemanfaatan energi terbarukan dari berbagai aspek.

Kelayakan yang diperoleh dari studi ini akan menuntun kita kepada pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal. Terdapat rincian yang harus diperhatikan dan diperhitungkan agar instalasi pemanfaatan energi terbarukan yang akan dibangun, yakni layak secara teknis, layak secara finansial, dan tenaga listrik/gas methane yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang dilayaninya. Berkenaan dengan hal ini Tim Konsorsium Dian Tama mendampingi konsultan melakukan studi kelayakan energi terbarukan di 5 sub sentra penerima manfaat proyek kemakmuran hijau MCA-Indonesia, yang dimulai sejak tanggal 8 hingga 13 september 2016 lalu.

Studi kelayakan yang dilaksanakan selama 5 hari di lima sub sentra ini, di mulai di Desa Nanga Lauk, dilanjutkan ke Bunut Hilir, kemudian menuju Penepian Raya – Ujung Said, lanjut lagi ke Lubuk Keramat – Muara Belitung, Sekulat dan terakhir dilakukan di Batu Rawan – Semangit.

Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya: Antariksa S. Puspanegara, yang merupakan Konsultan Reneweble Energy,Yulita Sri Andayana, sebagai konsultan SGIP, dan beberapa orang anggota tim proyek (Thomas Irawan Sihombing, Edward, Raimundus, Theodorus Libertus, Anatalia Sri Lestari, Margareta Bermas, Jem Sami, Irwan Kurniawan, Ignatius Noreng, dan Ade Acmad Bujani).

Hari pertama yakni di Desa Nanga lauk, tim melakukan pertemuan di Sub Sentra Asosiasi Periau Nanga Lauk (APNL). Dalam pertemuan tersebut, tim proyek MCA-Indonesia memperkenalkan tim dan menyampaikan gambaran umum proyek kemakmuran hijau yang akan di kerjakan di Nanga Lauk. Kemudian melakukan koordinasi terkait persiapan peninjauan lokasi pembangunan rumah produksi madu dan ikan yang di lengkapi Solar System.

Selanjutnya dihari ke tiga meninjau Lokasi bakal calon pembangunan rumah produksi dan Pertemuan dengan anggota asosiasi sub sentra APBS di Bunut Hilir, hari keempat di lanjutkan Meninjau lokasi bakal pembangunan rumah produksi madu dan ikan, meninjau istalasi solar panel milik APBS, dan dihari yang sama melakukan pertemuan dengan anggota asosiasi APMP, selanjutnya meninjau rumah produksi dan lokasi pembangunan solar cell APMP di Penepian Raya – Ujung Said. Hari keempatnya meninjau lokasi bakal pembangunan rumah produksi madu dan ikan, meninjau lokasi tanam pakan lebah danau merbakung. Lanjut perjalanan Batu Rawan, Sekulat – menuju sub sentra APDS, kemudian melakukan pertemuan dengan anggota asosiasi APDS dan meninjau rumah Workshop madu APDS. Hari selanjutnya meninjau lokasi tanam pakan lebah di dusun batu rawan, kemudian di hari terakhirnya perjalanan Pulang dari Batu Rawan – Lanjak – Putussibau. (Ben)

LEAVE A REPLY