Tim Konsorsium Dian Tama Dampingi Konsultan Melakukan Studi Kelayakan Penerapan Energi Terbarukan

0
119
Konsultan saat Melakukan Studi Kelayakan Penerapan Energi Terbarukan di Semangit Doc: Tim Konsorsium Dian Tama

Semangit, swaraperiau.com – Tim Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia Konsorsium Dian Tama bersama dua Orang Konsultan Energi Terbarukan mengunjungi Semangit, Sungai Leboyan, Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (TNBKDS), Dusun Batu Rawan, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat, dalam rangka melakukan studi Kelayakan penerapan energi terbarukan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Rabu (19/10)

Antariksa Puspa Negara, salah satu konsultan mengatakan, PLTS  layak dipakai karena selama ini, mengharapkan PLN harus ada jalan, jadi salah satu solusinya adalah PLTS.

“Untuk membangun itu perlu spesifikasi sesuai kegunaan. Setelah itu baru kita bisa tentukan besaran solar panel. Prinsip dasar pengunaan itu tahan lama dan minim perawatan asal sesuai spesifikasi. Sistem modular yaitu penambahan baterai dan panel surya. Controler dan iventernya sudah dilebihkan. Penggunaan solar panen bagus untuk lingkungan. Listrik Tenaga Surya itu murah jika sesuai spesifikasi dan cara pemakaiannya,” tambah Antariksa.

Menurut Thomas Irawan Sihombing selaku Program manager Konsorsium Dian Tama mengatakan bahwa, bantuan-bantuan PLTS ini menjadi sumber listrik utk pengolahan madu dan ikan.

“Bantuan ini ditujukan ke Semangit dan beberapa lokasi lain, karena kondisi wilayah yang tidak memiliki listrik memadai dan BBM yang mahal serta susah diperoleh. Bantuan untuk Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) ini berbentuk tambahan daya PLTS yang ada”, lanjut Irawan.

Suharjo selaku bendahara APDS mengatakan, dengan adanya bantuan alat kami sangat senang, karena selama ini tidak bisa beli sendiri dengan skala sebesar itu. Dengan bantuan ini pengolahan madu bisa 24 Jam. Cita-cita selama ini memang mengharapkan bantuan ini sehingga nilai tambah dari pengolahan madu lebih meningkat. Salah satunya pemangkasan biaya BBM untuk genset dan PLTS juga ramah lingkungan. Intinya bisa kapan saja bekerja.

“Kalau tidak ada lembaga, kami susah berkembang. Selama ada APDS ini pemasaran madu lebih meningkat. Dulunya jarang ada yang beli madu dan harga madu murah,” kata Suharjo. Suharjo berharap kedepannya pemerintah lebih serius jika ingin membantu kelompok periau ini.

Irfan Bakri selaku konsultan energi terbarukan mengenai pemeliharaan alat mengatakan, agar manual book harap ditempatkan dekat mesin atau disimpan dekat dengan mesin agar jika terjadi masalah pada mesin dapat diketahui, sebab dan cara mengatasinya sesuai petunjuk yang ada.

” Perangkat PLTS yang ada harus Dirawat, dan wajib mengikuti pelatihan pengelolaan PLTS. Sistemnya mudah dan sesuai dengan kondisi masyarakat sehingga yang di semua orang bisa ikut,” tambah Irfan.

Irfan berujar bahwa, bantuan tambahan PLTS ini sangat efektif karena panas di wilayah semangit ini sangat cocok untuk memaksimalkan pemanfaatan pembangkit tenaga listrik tenaga surya.

Menurut Irawan, sharing pengalaman pemanfaatan sumber energi surya ini harusnya sering dilakukan dan bantuan tambahan daya listrik harusnya di perbanyak, terutama untuk membantu masyarakat yang menjadi perhatian yaitu komunitas madu dan nelayan untuk kepentingan pengolahan. kehidupan masyarakat disana harus didukung oleh berbagai stakeholder yang ada. (Irwan)

LEAVE A REPLY