Tim Konsorsium Dian Tama Adakan Rapat Persiapan Pendirian Koperasi di Sub Sentra APNL

0
172
Peserta rapat persiapan pendirian koperasi di sub sentra Asosiasi Periau Nanga Lauk (APNL). Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Ignatius Noreng

Nanga Lauk, swaraperiau.com – Berdasarkan prosedur Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia) berkenaan dengan penerima manfaat proyek kemakmuran hijau, bahwa penerima manfaat adalah komunitas yang sudah terorganisir dan berbadan hukum. Sub sentra Nanga Lauk dalam hal ini adalah salah satu penerima manfaat tersebut, dan sampai saat ini belum ada terdapat lembaga/komunitas yang berbadan hukum, maka sebagai bentuk pendampingan komunitas sasaran penerima manfaat proyek, Tim Konsorsiun Dian Tama adakan rapat persiapan pendirian koperasi di sub sentra Asosiasi Periau Nanga Lauk (APNL), Jumat (18/11).

Rapat yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Nanga Lauk ini dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya: Kepala Desa Nanga Lauk, Pengurus kelompok APNL, para Kepala Dusun, Ketua LPHD Lauk Bersatu, Ketua dan anggota Kelompok Perempuan APNL, dan para TIM Konsorsiun Dian Tama.

Agenda rapat pembahasan bersama persiapan pembentukan koperasi di sub sentra APNL yang berlangsung selama kurang lebih 10 jam ini, membahas beberapa poin penting, diantaranya: 1) Penetapan anggota pertama pendiri koperasi di sub sentra APNL; 2) Penyusunan bersama draff Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi APNL; 3) penunjukan Pengurus Koperasi APNL; 4)penunjukan Badan Pengawas Koperasi APNL.

Pertemuan yang dimulai sejak jam tujuh pagi WIB ini, diawali dengan penyampaian kata pengantar pembukaan acara oleh Jumadi AL Untung, dilanjutkan dengan doa bersama, pembacaan agenda pertemuan oleh Theodorus Libertus selaku Organizer Sub Sentra Nanga Lauk Tim Konsorsiun Dian Tama, dan dilanjutkan dengan penyampaian hal-hal penting terkait Perkoperasian oleh Raimundus selaku Field Manager Tim Konsorsiun Dian Tama dan Theodorus Libertus kepada peserta yang hadir.

Hamdi selaku Ketua LPHD Lauk Bersatu, dalam agenda pembahasan penunjukan personil pengurus dan Badan Pengawas koperasi APNL ia menuturkan bahwa, Sebaiknya menggunakan orang-orang yang memang sudah ada dipilih dan di tunjuk di dalam struktur kepengurusan APNL. “Untuk memilih pengurus baru, di perlukan mekanisme yang panjang dan lama. Sementara jika memang harus merombak kepengurusan dan melakukan pemilihan baru, dapat dipastikan bahwa nanti orang-orang yang di pilih tetap saja orang-orang yang namanya sudah ada di kepengurusan lama (yang ingin diganti). Kenapa kita harus sibuk dengan mekanisme. Karena pengurus APNL sudah ada, itu saja yang di gunakan, tinggal mencari orang-orang yang bersedia dan di anggap mampu untuk menjadi Badan Pengawas,” tegas Hamdi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sudirman selaku Ketua Rapat Anggota Pertama Koperasi APNL. Menurutnya, jika kita masih menggunakan pengurus yang lama, berarti kita tidak perlu memilih pengurus lagi, tinggal mencari siapa yang akan menjadi badan pengawas. “Jika tidak setuju dengan yang lama, berarti kita pilih lagi siapa pengurus nya, sekalian dengan pengawas,” tegas Sudirman.

Dalam rapat yang berjalan alot tersebut, hingga sampai pada sesi terakhir, hanya disepakatinya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi APNL. Sedangkan hal yang berkenaan dengan penunjukan personil Pengurus Koperasi APNL dan Badan Pengawas Koperasi APNL, belum mencapai pada kesepakatan bersama.

Oleh karena belum tercapainya kesepakatan bersama terkait dua hal yakni Penunjukan personil pengurus dan badan pengurus koperasi APNL, akan ada rapat anggota yang dilaksanakan hingga waktu yang belum ditentukan, untuk menyepakati dan menentukan kedua hal tersebut. (Ben)

LEAVE A REPLY