Tenaga Surya, Energi Alternatif Ramah Lingkungan yang Tak Ada Habisnya

0
185
Salah satu bentuk pemanfaatan solar cell untuk kebutuhan penerangan Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Ignatius Noreng

Putussibau, swaraperiau.com – Solar cell merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik, energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta jumlahnya sangat besar. Sejalan dengan proyek Pengelolaan Sumber Daya Alam hutan rawa gambut dan pemanfaatan energi terbarukan untuk meningkatkan produktivitas produk unggulan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, Konsorsium Dian Tama hadirkan konsultan ahli kelistrikan dari PT. Green Energy Nusantara Mandiri di Aula Losmen Merpati Putussibau, Rabu (07/09).

“Matahari merupakan sumber energi yang di harapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan setelah berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta tidak ramah terhadap lingkungan”,demikian di jelaskan oleh Antariksa Puspanegara, staf ahli dari PT. Green Energy Nusantara Mandiri, yang pada proyek kemakmuran hijau MCA-Indonesia, oleh Konsorsium Dian Tama, ditunjuk menjadi konsultan ahli untuk mengadakan Feasibility Study Reneweble Energy (FS-RE) di sub sentra sasaran penerima manfaat proyek kemakmuran hijau.

Satu diantara kegiatan proyek kemakmuran hijau MCA-Indonesia adalah pembangunan rumah produksi madu dan ikan dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya. Pemanfaatan tenaga surya dimaksudkan untuk mengurangi emisi sebagai akibat terjadinya proses produksi di rumah produksi.

Dengan konsep mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik,cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan.

Sebagai energi alternatif yang terbarukan, di Indonesia, sistem photovoltaic, atau secara umum dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya Photovoltaic telah dimanfaatkan antara lain untuk penerangan rumah, jalanraya, taman, sekolah, rumah ibadah, puskesmas, gedung, pompa air, catudaya bagi perangkat telekomunikasi, TV umum, pendingin, rambu-rambu laut, penerangan untuk menangkap ikan dan banyak aplikasi lainnya.

“Salah satu cara penyediaan energi listrik alternatif yang siap untuk diterapkan secara masal pada saat ini adalah menggunakan suatu sistem teknologi yang diperkenalkan sebagai Sistem Energi Surya Photovoltaic dan itu akan kita terapkan pada rumah produksi yang akan di bangun di sub sentra”, jelas Antariksa.(Ignatius Noreng)

LEAVE A REPLY