Proteksi Kawasan Hutan, Masyarakat Dusun Sungai Pelaik Kembangkan Ekowisata

0
115
Perkampungan Melembah Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Fathul Birri

Sungai Pelaik, swaraperiau.com – Pengembangan ekowisata di sungai Pelaik Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar tak lepas dari peran masyarakat menjaga hutan. Bila mana ekowisata di Sungai Pelaik dikembangkan, tentunya secara tidak langsung perekonomian masyarakat secara perlahan juga akan ikut naik. Rumah panjang yang dihuni sedikitnya belasan kepala keluarga ini, sebagian besar kaum ibunya banyak yang membuat kerajian dari bahan-bahan yang telah disediakan oleh alam. Adapun kerajinan yang dihasilkan diantaranya seperti tikar rotan, keranjang rotan, dan kain tenun yang menggunakan pewarna alami, serta kerajinan lainnya.

Matius Ngelembung selaku Kepala Dusun Sungai Pelaik mengatakan, alasan dikembangkannya ekowisata di Sungai Pelaik adalah karena daya tarik yang dimilikinya, yakni terdapat orangutan dan kondisi hutan yang masih alami. Dan kami suku Iban tidak memburu orangutan karena orangutan itu menjadi objek wisata bagi orang luar.

“Orangutan tentunya tinggal di hutan yang lebat yang masih banyak bahan untuk mereka makan. Disini Orangutan hidup bebas dan makan dari apa yang telah disiapkan oleh hutan. Selain Orangutan, Bekantan juga banyak. Mengapa populasi mereka banyak karena itu tadi kami masyarakat di sini menjaga hutan sehingga keberlangsungan populasi mereka hingga saat ini masih bisa kita lihat,” tutur Matius Ngelumbung saat ditemui pada 20 Desember 2016 lalu pada agenda kegiatan yang dilakukan oleh Tim Konsorsiun Dian Tama, dalam proyek kemakmuran hijau, MCA-Indonesia.

Dengan banyaknya orang yang berkunjung kata Matius, maka secara otomatis mereka akan membawa oleh-oleh, dengan mereka membawa oleh-oleh tentu orang luar akan mengetahui bahwa di Dusun Pelaik kerajinan tangan yang berbahan dasar alam masih ada.

“Dengan adanya seperti itu, tentu kami masyarakat disini penjagaan hutannya semakin meningkat, yang dulunya agak lalai masalah aturan di hutan. Maka dengan adanya seperti ini,  peraturan terkait hal itu kami pertegas kembali,” jelasnya.

Proteksi terhadap kawasan hutan memang  dari zaman nenek moyang sudah mereka lakukan. Karena masyarakat Dusun Pelaik sadar bahwa ketergantungan mereka terhadap hutan masih sangat tinggi. Dengan mereka menjaga kawasan maka secara tak tampak hutan memeberikan timbal balik yang terus menerus mereka nikmati untuk keberlangsungan hidup untuk anak cucu kedepannya. (Fathul Birri)

LEAVE A REPLY