Lengkapi Semangit dengan Fasilitas Dasar Ekowisata

0
246
Peserta FGD perencanaan detail pembangunan fasilitas dasar ekowisata yang dilaksanakan oleh Konsorsium Dian Tama di semangit. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Irwan Kurniawan

Semangit, swaraperiau.com – Semangit nantinya akan dibangun fasilitas dasar pariwisata seperti pondok wisata, shelter dan pembuatan jalur tracking bukit semujan. Hal ini disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Perencanaan detail pembangunan fasilitas dasar ekowisata yang dilaksanakan oleh Konsorsium Dian Tama di semangit pada 6 sampai 7 Februari 2017.

Turut hadir dalam FGD tersebut yakni perwakilan dari Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Besar (BB TNBKDS), Direktur Kompakh, Camat Selimbau, Kepala Desa Leboyan, Konsultan Bangunan dan masyarakat yang terdiri dari Kelompok Pengelola Pariwisata (KPP) Semujan Dorsata, Masyarakat Peduli Api, Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS), Kelompok Nelayan, Kelompok perempuan dan unsur masyarakat lainnya. FGD ini difasilitasi oleh Ireng Maulana dan dilaksanakan dalam 2 hari di balai Dusun Batu Rawan, Semangit Desa Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Eduardus Ratungan selaku Koordinator Ekowisata Konsorsium Dian Tama mengatakan bahwa, infrastruktur ekowisata adalah bagian yang terpenting, kemudian sumber daya pariwisatanya, selanjutnya pengelolaan kegiatan wisata dan pengelolaan sarana pendukung pariwisata. Semua hal itu harus dikelola oleh masyarakat melalui KPP.

“Jika dikelola dengan baik maka itu hasilnya akan baik, termasuklah ekowisata”, tambah Eduardus Ratungan yang kerap disapa dengan pangilan Edo ini.

Syamsul Bahari selaku Kepala Desa Nanga Leboyan dalam sambutannya mengatakan, saya berharap masyarakat bisa menerima dan mengembangkan program-program dari kawan-kawan lembaga agar kesejahteraan kita bisa meningkat.

Bagong selaku Camat selimbau mengatakan bahwa, sebagai penanggung jawab akan berusaha berkoordinasi dengan instansi lain agar bisa menunjang program program pengembangan yang ada.

“Kita juga bisa ajak lembaga atau instansi lain untuk berinvestasi di wilayah kita. Sasaran dari ekowisata adalah datangnya wisatwan sehingga sngat perlu fasilitas fasilitas lainnya dibangun atau ditingkatkan lagi,” tambah Bagong.

Zainal Muttaqin, Kepala Seksi (Kasi) Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BB TNBKDS) mejelaskan terkait pembangunan fasilitas dasar ekowisata di Semangit. Ia memaparkan bahwa, TNBKDS tidak masalah, karena berada di zona pemanfaatan hanya harus melalui perjanjian kerjasama (PKS) dengan TNBKDS.

“TNBKDS tidak membatasi pengelolaan, hanya memastikan pengelolaan itu berbasis pelestarian alam melalui payung hukum yaitu PKS bagi lembaga pemberdayaan yang beraktivitas di kawasan,” tegas Zainal.

Destra Juliansyah selaku Kasi wilayah 5 TNBKDS Selimbau mengatakan, agar mendapat manfaat dari banyak pihak lembaga pariwisata masyarakat mesti mendapat pengakuan terutama melalui legalitas. “Adanya payung hukum memudahkan kita mendapat berbagai bantuan dan memudahkan dalam berkegiatan,”tambah Destra. Lanjut Desta, untuk urusan legalitas dan perizinan sudah dipermudah dan BB TNBKDS siap membantu dan memperkuat kelembagaan.

Eduardus Ratungan mengatakan kegiatan ekowisata di semangit ini adalah Pengelolaan Ekowisata berbasis masyarakat. “Dalam pembangunan fasilitas dasar ekowisata di semangit ini harus melibatkan masyarakat, jadi dalam prosesnya harus jelas keterlibatan masyarakat”, kata Eduardus.

Dalam proses FGD ini, warga sepakat menggunakan kontraktor dalam pembangunan fasilitas, namun tenaga kerja dalam pembangunan adalah masyarakat yang memiliki keterampilan dalam pembangunan. “Kontraktor hanya memastikan pembangunan sesuai perencanaan. Jadi tukangnya dari masyarakat melalui diskusi dan kesepakatan bersama,” tegas Radin, selaku Direktur Kompakh. (Irwan)

LEAVE A REPLY