Gali Pengetahuan dan Pengalaman Terbaik Masyarakat melalui Pertemuan Kampung

0
145
Pertemuan Kampung Bersama Masyarakat Nanga Lauk Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Ignatius Noreng

Nanga Lauk, swaraperiau.com – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia yang di laksanakan oleh Konsorsium Dian Tama untuk Sub Sentra Asosiasi Periau Nanga Lauk (APNL), tim Konsorsium Dian Tama mengadakan pertemuan kampung dengan masyarakat Nanga Lauk, Minggu (11/12).

Kegiatan ini diawali dengan pengantar acara/kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian gambaran kegiatan oleh Irwan Kurniawan selaku Koordinator Knowledge Management (KM) Tim Konsorsium Dian Tama, selanjutnya perkenalan peserta, dilanjutkan dengan sambutan oleh Rusman, selaku Kepala Desa Nanga Lauk, kemudian deilanjutkan penggalian pengetahuan yang dipandu oleh pasilitator kegiatan.

Pertemuan kampung yang dilaksanakan di Dusun Lauk Kiri, Desa Nanga Lauk ini dihadiri sedikitnya 20 orang peserta, terdiri dari Kelompok Periau, Kelompok Nelayan, Kelompok Perempuan Nelayan, Pemerintah Desa Nanga Lauk, Anggota BPD Nanga Lauk, Ketua Adat, Tim Konsorsium Dian Tama dan para pasilitator.

“Tujuan dilakukannya pertemuan kampung ini adalah menggali dan mengembangkan pengalaman dan pengetahuan terbaik masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDA BM), dan ini sesuai dengan salah satu tuntutan proyek, yakni terdokumentasi, terpublikasi, dan terwariskannya pengetahuan dan pengalaman terbaik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam”, ujar Irwan Kurniawan ketika menyampaikan penjelasan tentang gambaran umum kegiatan.

Menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Irwan dalam pemaparan gambaran umum kegiatan, Rusman dalam sambutannya mengatakan bahwa, Pemerintah Desa menyambut baik apapun program yang masuk ke Nanga Lauk, selama pogram tersebut baik untuk kemaslahatan masyarakat Nanga Lauk, dan program tersebut tidak berhubungan dengan pengrusakan alam. “Silahkan mencari informasi apa yang di perlukan, dan kepada masyarakat untuk membantu dalam memberi informasi,” tegas Rusman.

Pertemuan yang berlangsung hampir 5 jam ini, difokuskan pada penggalian pengalaman dan pengetahuan terbaik masyarakat Nanga Lauk terhadap hal-hal terkait dengan Madu, Ikan, keterlibatan perempuan, dan bagaimana masyarakat Nanga Lauk dalam melakukan proteksi kawasan. “Pengetahuan dan pengalaman yang kami peroleh dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu ini nantinya, salah satu output nya adalah buku best practice. itu mohon bantuan jika dilain waktu ada pertanyaan-pertanyaan yang bermaksud menggali lebih jauh lagi berkenaan dengan apa yang sudah kita bicarakan hari ini,” tegas Irwan. (Ben)

LEAVE A REPLY