Dua Dusun di Desa Melembah Layak Dikembangkan Ekowisatanya

0
396
Warga Sungai Pelaik saat mendengarkan penyampaian hasil studi kelayakan pengembangan ekowisata. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Irwan Kurniawan

Sungai Pelaik, swaraperiau.com – Eduardus Rantungan selaku Koordinator Ekowisata yang juga merupakan anggota Tim Konsorsium Dian Tama, menyampaikan hasil studi lapangan tentang kelayakan pengembanangan ekowisata kepada masyarakat di Dusun Pelaik, Desa Melemba Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu pada 20/12/2016. dalam penyampaiannya ia menyatakan bahwa, di Desa Melemba tepatnya di dusun sungai Pelaik dan dusun meliau layak untuk dilaksanakan.

Eduardus Rantungan menjelaskan,  data pertama yang diambil dan di analisis adalah tentang persepsi dan persiapan masyarakat, kebutuhan sarana dan persarana ekowisata serta dampak ekonomi dan sosial dan pendapatan dari kegiatan ekowisata. Kemudian  mitigasi dan adaptasi serta upaya untuk mengurangi resiko dan bencana sudah dilakukan.

“Analisa perubahan iklim dan konflik sosial kemungkinan itu sangat potensial bagi masyarakat ketika ada suatu yang baru dari masyarakat sebelum hal itu terjadi maka persepsi dimasyarakat harus disatukan tentang pengembangan ekowisata ini. Kemudian dari semua itu, menurut hasil analisa konsultan menyimpulkan bahwa di Desa Melembah tepatnya di dua dusun Sungai Pelaek dan Meliau layak dilakukan pengembangan ekowisata,” kata Eduardus Rantungan yang akrab disapa Edu.

Dalam hal ini lanjut Edu, setidaknya ada beberapa catatan dan bangaimana cara pengembangannya dan penanganan konflik sosial.  KOMPAKH (Komunitas Prawisata Kapuas Hulu)  secara lembaga ingin mengembangkan ekowisata di Kapuas Hulu kami akan terus mendampingi.

“Untuk mengembangkan sebuah destinasi wisata ada prosesnya dan biasanya kami memulai  asesmen dengan masyarakat, selanjutnya identifikasi potensi akan di dapatkan secara detail mengenai tingkat keunggulan yang lebih menarik dari tempat  lain,” papar  Edu.

Setelah semua sistem itu terbangun, kata Edu  langkah selanjutnya pembentukan kelompok, setelah ada kelompok maka selanjutnya peningkatan kapasitas mengenai penggait dan cara mengelola homestay dan harus ada standar yang harus dipenuhi.

“Semuanya harus memenuhi unsur sapta pesona. setelah ada kelompk dan peningkatan kapasitas maka kita akan terus menggali petensi itu lain sehingga menarik pengunjung untuk berwisata ke lokasi kita,” jelas Edu.

Kepala Desa Melembah Yohanes Akarondeng mengatakan, harapan kami  dari program yang sedang diadakan di Dusun Pelaek dapat mengembangkan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan ekowisata sudah tiga tahun perjalannya.  Namun masih  banyak kekurangan.  harapan  saya  masyarakat dapat bekerja sama dengan baik agar tercapainya apa yang kita harapkan bersama,” tambah Yohanes. ( Fathul Birri)

LEAVE A REPLY