Bupati Resmikan Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu

0
312
Penandatanganan Prasasti Peresmian Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Johansyah (Sub Sentra APBS)

Kapuas Hulu, swaraperiau.com – Bertempat di kantor Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu yang berada di jalan Patimura Putussibau, AM. Nasir selaku Bupati Kapuas Hulu, reresmikan Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu, Sabtu (5/11).

Selain Bupati Kapuas Hulu, turut hadir pula, Wakil Bupati Kapuas Hulu, anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Perwakilan Tropical Forest Concervation Act (TFCA), Aliansi Organis Indonesia (AOI), Badan Layanan Umum Kementrian Kehutanan, Jaringan Madu Hutan Indonesia, Industri Agro, Oriflame, Mitra Tani Nusantara, Dian Niaga, beberapa anggota Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kapuas Hulu, perwakilan Non Government Organization (NGO) dan masing-masing perwakilan dari Asosiasi Periau (APBS, APMP, APMB, APDS).

Acara di mulai dengan menyanyikan lagu wajib nasional, kemudian dilanjutkan pembacaan doa pembuka oleh Zamudin, selaku perwakilan dari KUA Putussiba, selanjutnya sambutan oleh Jusman, selaku Ketua Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu, kemudian disusul sambutan oleh Bupati Kapuas Hulu, sekaligus meresmikan Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu yang ditandai dengan pemukulan gong, dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu.

Jusman, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu di inisiasi oleh empat sub sentra penghasil madu di Kapuas hulu, yang sebelumnya sudah membentuk koperasi, yakni; Asosiasi Petikung Bunut Singkar, Asosiasi Periau Mitra Penepian, Asosiasi Periau Muara Belitung, Asosiasi Periau Danau Sentarum.

“Sentra madu hutan Kapuas Hulu saat ini tengah menjalin kemitraan dengan pihak Rose Brand melalui Mitra Tani Nusantara. MCAI juga ikut mendukung melalui pembangunan rumah produksi yang direncanakan akan ada di 5 subsentra, 4 di antaranya adalah wilayah kerja sentra”, tegas Jusman.

Nasir disela-sela sambutannya menuturkan bahwa, Sebagai masyarakat kapuas hulu kita patut bersyukur karena kita berada di daerah yang memiliki banyak sekali potensi dan kaya akan berbagai macam sumber daya alam, ditambah kita berpotensi memiliki ikon khas dengan madu hutan. Tinggal kita mau atau tidak untuk menggali potensi yang ada.

“Semangat yang ada di kepengurusan koperasi harus disebarkan dan ditingkatkan, seperti kepala desa Penepian Raya memiliki semangat yang tinggi, termasuk dalam kepengurusan Asosiasi Periau Mitra Penepian (APMP). Pak Jusman selaku kepala desa penepian raya beberapa bulan lalu bersama Pak Arif dari BBTNBK-DS pernah ke Badan Layanan Umum (BLU) berusaha untuk mendapatkan pinjaman modal kerja. Yang dalam perjalanannya mungkin di karenakan ada hitung-hitungan yang kurang cocok, sehingga BLU tidak dapat membantu. Tidak mudah untuk berjuang, apalagi merintis hal-hal baru. Apa lagi ini berkaitan dengan kearifan lokal, yakni pengembangan pengelolaan madu hutan”, Tegas Nasir.

Diakhir sambutannya, Nasir menegaskan sekaligus mengingatkan kepada para pengurus koperasi, tentunya bisnis itu pasti ada untung-ruginya, karena ini hal baru, rintislah dengan baik. Lihat hitung-hitungan untung ruginya. Kalau menguntungkan, baru ajukan pinjaman ke bank, opsi terakhirnya baru datang ke Bupati. (Ben)

LEAVE A REPLY