Belajar dan Mendidik Anak

0
110
Kegiatan perencanaan bersama komunitas dan pembentukan pengurus kelompok perempuan nelayan di Semangit, TNBKDS. Foto: Irwan Sahaja/Konsorsium Dian Tama

Danau Sentarum, swaraperiau.com – Betapa Asyiknya perempuan-perempuan yang merupakan istri dari periau (Petani Madu) yang tergabung dalam Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) saat kegiatan perencanaan bersama komunitas dan pembentukan pengurus kelompok perempuan nelayan di Semangit, Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum. Kamis (10/11).

Tanpa terbebani tetap menjalankan tugasnya sebagai Ibu mengasuh anak sambil menimba ilmu dan menambah wawasannya. Perempuan-perempuan ini fokus mendengarkan materi dan semangat dalam mengikuti segala aktivitas dari diskusi sampai pada game perkenalan dan game kekompakkan.

Meskipun ada perbedaan di antara mereka, mereka tetap memutuskan bersama tanpa ada perdebatan berarti. Hidup di Kawasan Taman Nasional dan hanya ada satu jalur transportasi yaitu melaui sungai dengan biaya yang tidak sedikit dan waktu tempuh yang lama, mereka tetap tegar dan berusaha hidup dengan layak.

Maryatun, Ketua Kelompok Perempuan Nelayan (KPN) mengatakan mereka siap mengikuti kegiatan dan berusaha mengejar ketertinggalan terutama ketertingalan mereka dari para suami mereka yang sudah mendahului mereka soal organisasi.

“Kami sangat ingin mempelajari bagaimana membuat kelompok ini berhasil mengolah ikan menjadi nuget, sosis dan abon serta berhasil memasarkannya. Karena hal ini akan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga kami,” jelas Maryatun.
Basriwadi, Presiden APDS menyatakan siap membantu KPN APDS untuk lebih maju. “Kalau ada kegiatan APDS, kami akan undang ibu-ibu untuk ikut bersama dalam kegiatan APDS nanti,” tambah Basriwadi. (Irwan Sahaja)

LEAVE A REPLY