Adakan Workshop Untuk Menyusun dan menyepakati Strategi Komunikasi, Publikasi, dan Penyebarluasan Informasi Bersama Para Pihak Terkait

0
163
Para peserta saat mengikuti kegiatan workshop yang dilaksanakan di Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama

Putussibau, swaraperiau.com – Sebagai bagian dari kegiatan proyek di Kapuas Hulu,Tim KM Konsorsium Dian Tama adakan Workshop dengan tema Menyusun dan Menyepakati Strategi Komunikasi, Publikasi dan Penyebarluasan Informasi Tentang Energi Terbarukan, Peningkatan Produktivitas Produk Unggulan Masyarakat, Pengelolaan Destinasi Ekowisata, dan Proteksi Serta Pencegahan Kebakaran Huta dan Lahan. Workshop yang dilaksanakan selama dua hari ini, yakni dari tanggal 26-27 januari 2017 dilaksanakan di Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu, Jalan Patimura, Putussibau.

Peserta yang hadir dalam kegiatan workshop tersebut sedikitnya 38 peserta, yang terdiri dari Tim Konsorsium Dian Tama,Direktur Eksekutif dan Direktur Program LPS-AIR, Ketua dan Anggota PKMH, Presiden dan Anggota APMB, kelompok perempuan APMB, APDS an APBS, Bendahara Koperasi Bunut Singkar, Menejer Radio Surasuta, Sekretaris KPP Semujan Dorsata, Anggota KPP Anggrek Kitai dan Ketua KPP Kaban Mayas.

Memasuki acara inti, workshop dipandu langsung oleh Rasdi Wangsa. Selaku pasilitator ia menegaskan bahwa Kegiatan workshop sedianya dilaksanakan selama dua hari, yakni 26-27 Januari 2017. “Masing-masing peserta memperkenalkan diri, nama, asal, jabatan di lembaga atau di masyarakat, kemudian setelah memperkenalkan diri, wajib memperkenalkan ulang satu orang yang sudah memperkenalkan diri sebelumnya”, ujarnya pada peserta workshop.

Setelah masing-masing peserta memperkenalkan diri, dilanjutan dengan penyampaian gambaran singkat perkenalan proyek oleh Thomas Irawan Sihombing, selaku Program Menejer Konsorsium Dian Tama. Dalam penyampaiannya ia mengatakan bahwa, nama proyek ini adalah Pengelolaaan Sumber Daya Alam Hutan Rawa Gambut dan Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Meningkatkan Produktivitas Produk Unggulan Masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Tujuan dari proyek ini yakni mengelola sumberdaya hutan rawa gambut untuk meningkatkan produktivitas melalui Peningkatan nilai-tambah produk unggulan masyarakat, pemanfaatan energi terbarukan, dan praktek pencegahan kebakaran hutan/lahan gambut,” jelas Irawan.

Lanjut Irawan, hal yang perlu diperhatikan oleh penerima manfaat program kemakmuran hijau dan juga bagi kita semua, bahwa Pengetahuan masyarakat tidak boleh hilang, diharapkan tetap lestari dan berkembang. Kemudian terjadi Proses berbagi pengetahuan dan berlangsung secara berkelanjutan disertai perbaikan-perbaikan. “karena gool utama dari proyek ini yakni : pertama peningkatan produktivitas sebesar 30% pada akhir proyek dan pertumbuhannya sebesar 10% per tahun, ke-dua penghematan BBM sebanyak 0.5 liter per kg produk olahan,ke-tiga pemanfaatan energi terbarukan sebesar 240 – 480 KWH/hari, terakhir ialah penurunan jumlah luas hutan terbakar per tahun di wilayah itu sehingga mendekati nol,” tegas Irawan.

Setelah penyampaian gambaran gambaran singkat perkenalan proyek yang disampaikan oleh Irawan, dilanjutkan dengan pengantar knowledge managemen (KM) oleh Jumadi Asnawi selaku direktur program LPS-AIR. Selanjutnya penyampaian gambaran umum terkait Strategi Komunikasi dan Informasi berbasis KM oleh Irwan Kurniawan selaku koordinator KM Konsorsium Dian Tama. Kemudian disesi berikutnya dilanjutkan dengan agenda diskusi yang diikuti oleh semua peserta workshop.

Dari diskusi yang dilakukan dihari pertama, Rasdi selaku pasilitator menuturkan bahwa, terdapat beberapa catatan penting, diantaranya:

  1. Dalam penyusunan strategi komunikasi, menghasilkan strategi komunikasi partisipatif dengan harapan komunitas/warga mampu mengembangkan jurnalisme warga untuk keberlanjutan media yang akan diserahkan kepada komunitas di akhir proyek.
  2. Dalam memberitakan sesuatu mesti mengedepankan prinsip kehati-hatian dimulai dari menterjemahan kedalam bahasa yang sederhana berkenaan dengan kode etik jurnalistik.
  3. Berkenaan dengan format penyebarluasan informasi dimedia sosial, diatur sesuai dengan UU ITE.
  4. Berkaitan konten, wajib menghormati dan menerapkan HAKI Komunal.
  5. Selain hati-hati, penyebarluasan informasi juga mesti setara; pengarusutamaan gender dan keseimbangan (Proporsional) isu proyek.
  6. Untuk keberlanjutan media, maka media yang akan diserahkan nanti digunakan sebagai media informasi alat pemasaran produk unggulan HHBK (E-Commerce)
  7. Produk yang akan dihasilkan : Website, Buku, Video, Buletin, Spanduk, Baliho, dan beberapa kerjasama dengan media Lokal dan Nasional.
  8. Kegiatan hari ini merupakan kelanjutan Kegiatan hari sebelumnya.

Di hari kedua kegiatan, dilanjutkan dengan agenda Membuat Daftar tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kegiatan share informasi dan roadmap/rencana kerja. (Ben)

LEAVE A REPLY