Pemberdayaan Perempuan Melalui Ekonomi Produktif

0
244
Peserta Penyusunan Rencana Kajian Awal Pengelolaan Sumber Daya Alam Hutan Rawa Gambut dan Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk meningkatkan Produktivitas Produk Unggulan Masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu. Doc: Tim Konsorsium Dian Tama/Ignatius Noreng

Putussibau, swaraperiau.com – Kegiatan pengelolaan produksi yang melibatkan peran perempuan akan memperkuat kapasitas perempuan untuk semakin mandiri dalam mengelola usaha keluarga. Demikian di sampaikan Yulita, peneliti lepas dan konsultan untuk proyek kemakmuran hijau MCA-Indonesia, dalam penyusunan rencana kajian awal Pengelolaan Sumber Daya Alam Hutan Rawa Gambut dan Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Meningkatkan Produktivitas Produk Unggulan Masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, bertempat di Aula Losmen Merpati Putussibau, (07/09).

Pemberdayaan perempuan menunjukkan arah yang positif ditandai dengan berbagai program pembangunan yang makin responsif gender serta kian meningkatnya kualitas hidup perempuan dan anak. Demikian pula kesejahteraan sosial masyarakat secara perlahan mulai meningkat seiring dengan adanya kegiatan-kegiatan pemberdayaan, pelayanan rehabilitasi serta perlindungan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Akan tetapi kondisi saat ini yang terjadi dalam wilayah kerja proyek, perempuan memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam pengelolaan ekonomi keluarga. Pekerjaan rutin yang selalu dilakukan oleh ibu-ibu sehari-hari  berladang, mengurus kebun karet, mengolah ikan pada saat musim ikan, membantu dalam proses pengolahan madu hutan, membuat kerajinan anyaman, serta pekerjaan rumah tangga lainnya. Dalam ruang publik misalnya dalam organisasi kelompok petani madu hutan, keterlibatkan kaum perempuan dalam organisasi sangat kurang, umumnya laki-laki yang tergabung dalam organisasi dan menduduki posisi di struktur organisasi. Demikian pula keterlibatan atau partisipasi perempuan dalam pertemuan-pertemuan dan memberikan keputusan dalam forum pertemuan sangat kurang.

Millennium Challenge Account – Indonesia (MCA-Indonesia) telah mengembangkan dan melaksanakan Social and Gender Integration Plan (SGIP) atau Rencana Integrasi Sosial dan Gender guna memastikan integrasi sosial dan gender ke dalam semua proyek dan kegiatan serta mempromosikan inklusi sosial dan kesetaraan gender melalui analisis yang sesuai kebutuhan proyek, mengidentifikasi kegiatan untuk mengurangi  hambatan-hambatan potensial bagi integrasi sosial dan gender, mengidentifikasi potensi kegiatan perikehidupan untuk menambah penghasilan keluarga dan memberi kesempatan bagi keuntungan sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Tujuan dari proyek kemakmuran hijau dari MCA-Indonesia adalah terkelolanya ekosistem hutan gambut, ekosistem perikanan, destinasi ekowisata dan habitat lebah hutan melalui pemanfaatan yang lestari dan berkelanjutan. Selain itu, juga membuka dan memperluas kesempatan bagi kaum perempuan untuk mengembangkan potensi dirinya serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui mekanisme pengembangan aktivitas ekonomi produktif.

“Keterlibatan perempuan dalam kelembagaan lokal di harapkan akan meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui ekonomi produktif dalam pengembangan ekonomi lokal serta tumbuh dan berkembangnya kegiatan ekonomi produktif yang dikelola oleh Kelompok Perempuan Produktif”, Jelas Yulita, saat di tanya tentang harapan terhadap kaum perempuan setelah proyek kemakmuran hijau MCA-Indonesia selesai.

Secara umum, sudah terjadi kemitraan peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari dengan tahapan kemitraan, yang berbeda-beda dari satu keluarga ke keluarga lainnya, dari satu daerah ke daerah lainnya. Kemitraan gender ini tercermin dalam akses dan kontrol terhadap sumberdaya keluarga, meskipun belum tercapai kesetaraan yang sempurna. Maka dari itu dalam proyek ini pelibatan kelompok perempuan di areal kerja projek menjadi salah satu strategi penting untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan green prosperity (GP).

“Dan tentunya tak kalah penting, keterlibatan perempuan dalam proyek kemakmuran hijau ini, akan memperkuat posisi tawar kaum perempuan dalam mengakses sumber daya ekonomi”, Tutur Yulita. (Ignatius Noreng)

LEAVE A REPLY